Wednesday, October 26, 2016

Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7

Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7

Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7
Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7
Samsung Galaxy Note 7 sempat menjadi smartphone yang di impikan setiap orang. Kecanggihan serta kemewahan yang ada pada ponsel tersebut menarik banyak perhatian masyarakat. Awal kemunculan Samsung Galaxy Note 7, banyak orang yang ingin memiliki ponsel tersebut. Bahkan Samsung sempat kewalahan memenuhi permintaan konsumen.

Namun semua itu tidak menjadi indah pada akhirnya. Sebanyak 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 terpaksa di tarik kembali dari pasaran karena banyaknya kasus yang terjadi. Samsung Galaxy Note 7 terbukti merupakan produk gagal.

Sudah terlalu banyak kasus meledaknya Samsung Galaxy Note 7 menjadi penyebab di tariknya pionsel pintar ini dari pasaran. Bahkan beberapa bandara udara melarang konsumennya untuk membawa ponsel pintar tersebut karena di anggap berbahaya.

Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7
Korea Selatan : Semua Gara-Gara Samsung Galaxy Note 7
Akibat penarikan besar-besaran dari pasaran, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mengalami masa sulit. Bahkan penarikan Samsung Galaxy Note 7 ini berdampak pada perusahaan Hyundai Motor. Semua karyawan Hyundai Motor di Korea Selatan melakukan aksi ujuk rasa untuk kenaikan upah.

Seperti yang kita ketahui, Korea Selatan merupakan penyumbang terbesar Samsung yaitu 17% terhadap pertumbuhan ekonomi Korea Selatan. Kini pertumbuhan Korea Selatan mencapai tahap terendah sejak tahun 2012. Ini pun berdampak kepada beberapa perusahan besar di Korea Selatan.

Tuesday, October 25, 2016

Lihat Istri Dan Selingkuhan Bugil Bersama, Bacok-Bacokan Pun Terjadi

Lihat Istri Dan Selingkuhan Bugil Bersama, Bacok-Bacokan Pun Terjadi

Lihat Istri Dan Selingkuhan Bugil Bersama, Bacok-Bacokan Pun Terjadi
Lihat Istri Dan Selingkuhan Bugil Bersama, Bacok-Bacokan Pun Terjadi
Sebuah rumah kos di Jalan Cokroaminoto Gang Kelapa Muda, Banjar Pemangkalan, Ubung Kaja, Denpasar menjadi perhatian warga sekitar lantaran adanya kejadian tragis yang akhirnya melibatkan polisi. Kasus ini bermula dari dari perselingkuhan menjadi kasus bacok-bacokkan.

Pernikahan Ahmad (34 tahun) dan istrinya, Putri Aprilina (31 tahun) yang sudah berjalan 3 tahun tidak dapat di pertahankan lagi. Semua karena cek cok yang sering terjadi dalam rumah tangga mereka.

Pertengkaran besar terakhir hanya karena hal sepele yaitu soal ganti popok anak mereka. Mereka telah di karunia seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Karena masalah ganti popok anak inilah, keduanya adu mulurt dan pisah ranjang.

Sudah 3 minggu mereka pisah ranjang. Putri pun tinggal serumah dengan selingkuhannya yang bernama Toli (36 tahun). Sedangkan Ahmadi sendiri menumpang di sebuah gudang mebel.

Pada hari Selasa, 25 September 2016, Ahmadi memergoki istrinya tidur bersama Toli. Keduanya dalam keadaan bugil. Parahnya ada putra mereka pula di samping mereka. Melihat pemandangan ini, Ahmadi naik pitam. Dirinya mencari pisau, kemudian membacok Toli. Putri yang melihat hal ini berusaha menghentikan aksi suaminya. Namun akhirnya putri pun ikut mendapatkan luka bacokan.

Setelah membacok, Ahmadi memeluk putranya. Para tetangga yang mendengar teriakan di keheningan malam pun berdatangan. Ahmadi kemudian menyerahkan pisau yang di gunakannya untuk membacok kepada ketua RT. Ahmadi tidak berusaha melarikan, dirinya bahkan mengatakan akan bertanggung jawab dan bersedia untuk menerima sanksi.

Menurut Ahmadi, dirinya sudah menaruh curiga sejak memergoki isi SMS yang masuk ke ponsel istrinya. Isi SMS itu berisi kalimat “Ma saya mau tapi jangan di sana”. Saat di tanya, Putri mengatakan itu merupakan SMS nyasar, namun Ahmadi tidak percaya atas semua yang di katakan Putri. Ternyata selama pisah ranjang, kebutuhan seks Putri di penuhi oleh Toli.